visitor

Minggu, 31 Oktober 2010

Arti Dan Kisah Sebuah Cinta

Aku duduk bersandar dan aku merasa lemah sekali…., dan tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuktikan sebuah angan yang menjadi beban dalam kebisingan otakku, aku tak tahu lagi bagaimana aku membuktikan apa yang kurasa pada dirimu, dirimu bagaikan batu yang harus kutembus dengan tetesan air sedikit demi sedikit,….. dan akankan diriku mampu menerimamu apa adanya…… ?

Aku sadar siapakah diriku,… sungguh aku tak pantas untuk mendapatkan cinta dari seorang yahya, seorang putra dari seorang ahli ibadah dan tersohor di negeri ini, gagah rupawan dan tak terbesit pun kekurangan dari dirinya. Sedangkan diriku … hanyalah seorang pemuas hasrat lelaki yang mendambakan kehangatan sesaat. Bukan aku tidak memiliki rasa mencintai untuknya dan bukan pula sebuah batu yang hendak ia runtuhkan sekalipun, aku hanya berpikir bagaimana ia kelak menjawab seluruh pandangan orang disekitarnya akan keberadaanku, oh.. tuhan.. mengapa cinta ini Engkau anugerahkan diantara kami, apakah ini yang memang Engkau harapkan terhadap kami…?

Izza namaku, hidupku berantakan sejak aku menjadi korban trafficking, saat itu aku masih 16 tahun. Disebuah terminal segerombolan laki – laki mendekati dan menyekapku, aku tak berdaya dibuatnya dibawalah aku dalam sebuah ruang yang kosong, sepi dan tampak berantakan. Aku dibuatnya layaknya boneka yang mereka lakukan dengan bergiliran dan mereka memperkosaku. Hancur rasanya kala itu aku bagaikan mati tak memiliki rasa apapun.

Haripun berganti, aku dijual pada seorang wanita paruhbaya dan kemudian aku dipekerjakan sebagai seorang wanita penghibur disebuah klub malam. Tak terasa sudah 5 tahun aku bekerja dan kini usiaku sudah 21 tahun. Suatu awal kisah cinta ini terjadi, datanglah padaku sesosok pria tampan dengan wajah yang menampakkan kesedihan diraut wajahnya. ‘ mbak temani aku untuk sesaat ‘ itulah kata yang pertama keluar dari mulutnya, ‘ aku mencari seseorang yang bisa menjawab kegelisahanku, dimanakah aku menemukan belahan jiwaku yang membuatku tentram ? … aku kemari bukan untuk kesenangan, terkadang sebuah jawaban datangnya dari sesuatu yang tak pernah kita sangka..’ kemudian aku menoleh dan menatap wajahnya dengan tatapan tajam, dan aku bertanya ‘ apakah yang engkau pikirkan ..? ‘ dan ia menjawab ‘ ayahku yang sangat kuhormati mengharapkan seorang keturunan, dan aku tak mampu memenuhinya karena tak satupun wanita yang kukenal mampu meruntuhkan hatiku, dimanakah aku bisa mendapatkan cinta …?’, kemudian aku menjawab ‘ bersahabatlah kamu karena Allah dan mencintailah kamu karena Allah, bila kamu mencintai sesorang berdasar pada hasrat maka cinta itu adalah palsu’

Aku terperangah mendapatkan jawaban diluar dugaanku,… siapakah dia ?… sehingga mampu memberikan jawaban yang sangat mendalam. Izza kau membuat aku bertambah payah, jawaban yang kau berikan membuatku semakin menggila dengan anganku sendiri. Dan sejak saat itu aku semakin sering mengunjunginya dan membuatku semakin akrab dengannya. Pemikiran yang luas jiwa yang lapang ternyata itulah yang kuharapkan dan itu terdapat dalam diri izza.

Dan suatu ketika hujan yang lebat anginpun sangat kencang aku duduk bersandar dibawah sebuah pohon dengannya, saat itu pula aku menyatakan bahwa selama ini aku larut dalam jiwa izza, ‘ izza tak kusangka ternyata kau mampu membuatku hanyut, kini aku sadar bahwa beginilah rasa mencintai dan maukah kau menjadikan aku sebagai teman hidupmu…? tak terucap pun kata dari bibirnya, matanya memerah dan keluarlah air itu dari matanya yang manis. Tak lama ia berucap ‘ tak sadarkah apa yang kau ucapkan ?… ” lalu ia pergi entah kemana dan tak ingin aku mengikutinya.

Dua minggu aku tak bertemu dengan izza pikiranku melayang menahan semua kerinduan yang membuat dada ini semakin sesak, ketika hari menjelang sore aku duduk disebuah taman depan rumahku. Dari kejauhan aku melihat seseorang mendekati rumahku, aku terperangah saat aku tahu siapa dia dengan lekas aku meloncat dari tempat dudukku dan menghampirinya ‘ izza apakah yang membuatmu datang kemari ?.. ‘ sesaat ia terdiam lalu berkata ‘ tak sadarkah kau apa yang kurasakan, aku tak mampu membohongi diriku aku tak mampu selalu berpaling darimu… aku mencintaimu…’ aku seolah tak percaya apa yang ia katakan tak sadar aku sudah memeluk dirinya erat dan tak terasa aku air mata pun jatuh….

Dan kuperkenalkan ia dengan orang tua dan saudaraku akan kehadiranya dan hubungan ini, tak butuh waktu lama orang tuaku shock mendengar kejujuranku… seolah ia tak menerima kenyataan yang terjadi. Setelah segelas air ia habiskan lalu ayahku berkata ‘ tak satupun kejadian didunia ini yang luput dari kehendakNya , anakku jagalah, rawatlah bakal istrimu dengan baik… apapun yang terjadi… dan bersabarlah’.

ANTARA SABAR N MENGELUH

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. “Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati.”

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini.”

Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu ?”
Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?”
Jawab adiknya, “Baiklah kalau begitu ?”

Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”

Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?”
Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka.”

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:
” Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,: ” Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang.” Dan sabdanya pula, ” Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka.” (Riwayat oleh Imam Majah) Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

""nasehat""

Kecantikkan yang abadi ialah pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan pada wajah dan pakaiannya.

Dinilai daripada adab, dalam masyarakat manusia ada binatang jalang, tetapi dalam masyarakat binatang, tidak ada manusia jalang.

Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil.

Jika kamu mendapat kesusahan, ingatlah menyimpan kesabaran.

Engkau disebut sebagai manusia bukan kerana tubuh dan jasadmu tetapi akal dan jiwamu.
Berkenalanlah dengan Allah pada waktu senang, nescaya Allah akan kenal kepada engkau pada waktu susah
Tidak ada lautan yang luas, lurah yang dalam, bulan yang tinggi dan jalan yang susah bagi orang yang mahuOrang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orangHai manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." yang berani



Sabtu, 30 Oktober 2010

NASEHAT

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup !

MANUSIA

Manusia adalah Makhluk Tuhan yang mengklaim dirinya adalah makhluk yang paling mulia karena memiliki akal budi, tetapi terkadang terjebak dalam kasus klasik yaitu tahta, harta dan wanita. Sebenarya Kemuliaan manusia bukan diukur karena punya akal budi namun dari perbuatan kita sendiri, terutama perbuatan kepada sesama.
Akal budi dapat membawa :
1. kemuliaan
2. kehancuran
3. merencanakan hawa nafsu negatif
4. mendukung artikulasi hawa positif
tahta, harta dan wanita adalah anugerah dan apabila tidak dikelola dengan benar maka akan muncul mala petaka.
Dalam serat Werdatama tertulis :
perhatikanlah, di zaman kala bendu, seyogyanya meredam gejolak nafsu, yang berakibat salah kaprah, “buah karya” perbuatan hina.”
hukuman di zaman kala bendu, nafsu angkara murka kian tak terkendali, budi mulia tak mampu meredamnya lagi, bila belum saatnya datang ampunan tuhan, suasana panas terasa membara.
Inilah yang terjadi saat ini banyak manusia yang saling mencela, saling berebut tahta , saling berebut wanita dan ujungnya adalah petaka, bencana dimana – mana, karena pemakaian akal budi dan kepandaian yang keblinger dan hanya untuk mencari kekuasaan, kepuasan sesaat.
Akankah semua berlanjut menuju kehancuran atau menuju ketatanan baru semua tergabtung pada sosok yang dinamakan manusia.

Kamis, 28 Oktober 2010

KEHIDUPAN

Hidup adalah perjalanan yang sangat panjang, banyak membutuhkan perjuangan agar tetap dapat bertahan. Sehingga banyak orang beranggapan hidup itu kejam. terlalu banyak membuat luka dan penyesalan. Tidak sedikit orang ingin mengakhiri hidupnya karena sudah tidak mampu lagi untuk bertahan dari cobaan – cobaan dan penderitaan yang terjadi dalam kehidupan.

Cobaan – cobaan yang datang merupakan hiasan dalam kehidupan dan meninggalkan kenangan, ada orang yang menganggap kenangan indah ada pula yang menganggap kenangan buruk.

Pendapat orang tentang kehidupan berbeda – beda, mereka menilai kehidupan lewat kacamata dia sendiri tapi tidak melihat dari orang lain. Dia tidak mengetahui kehidupan lain dibalik dari kehidupan dia. Kehidupan itu beragam dan tidak berjalan secara monoton, tiap saat dapat berubah dan tiap waktu akan berubah seiring dengan berputarnya roda dunia. Hari ini kita bisa telihat hebat tapi besok mungkin kita hanyalah setetes air di danau yang luas.
Setiap orang memiliki sebuah kehidupan yang dimulai dari tangisan dan berakhir dengan kematian, beragam tapi mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Orang mempetanyakan sebenarnya arti krhidupan itu apa? Mereka melalui kehidupan dengan begitu saja tanpa mengetahui arti dari kehidupan itu, yang mereka tahu hanyalah kesenangan dunia yang hanya tuk sementara. Apakah mereka tahu setelah kehidupan ini ada kehidupan yang abadi dimana waktu telah berhenti untuk selamanya? Apakah mereka tahu kalau yang dimilikinya sekarang hanyalah sebuah titipan yang harus ia pertanggung jawabkan dikehidupan yang berikutnya? ataukah mereka berbohong karena terlena oleh kenikmatan yang dia miliki sekarang. Semuanya itu hanya dia yang bisa menjawabnya sebab ia sendiri yang mengetahuinya.
Beberapa persoalan dan pertanyaan muncul seiring jalannya kehidupan. Kebanyakan pertanyaan tersebut menggambarkan akan ketidakpuasan yang ada dalam dirinya, bahkan mengeluarkan celaan – celaan kepada Tuhannya sendiri. Dasar manusia tidak pernah mau sadar, yang bisa dilakukan hanya menyalahkan tidak mau disalahkan. Mungkin itu salah satu alasan mengapa diciptakannya surga dan neraka.
Saat mereka diatas awan, mereka lupa akan daratan tapi saat mereka di daratan mereka selalu mengingat di atas awan. Dalamnya lautan tak sebanding dengan dalamnya hati manusia. Bahkan mereka tidak tahu dalamnya hati mereka sendiri. Mereka hanyalah sebuah pasir yang tertiup oleh angin, kemana angin berhembus disitulah mereka berada.
Hidup itu memang berliku – liku, penuh dengan misteri yang sangat sulit tuk dipecahkan. Hingga orang sempat berpikir kenapa kehidupan harus dijalani dan kenapa harus diciptakan.
Hidup ini tidaklah abadi, suatu saat ada hidup yang abadi yaitu saat kamu dipertemukan sama Sang Rabb. Yang harus kamu pertanyakan adalah apakah kamu, seorang hamba yang hina sudah punya cukup bekal untuk bertemu dengan-Nya. Apa yang kamu bawa? Harta yang kamu punya, kedudukan&kepintaran yang slalu kamu banggakan tidak akan ada artinya&tidak akan menolongmu, hanya IBADAH yang bisa menyelamatkanmu. Sekarang persiapkan dirimu, jangan sampai menyesal karena sesungguhnya kamu tidak punya waktu lagi.

kisah sufi si pemurah

SI PEMURAH
(Kisah ini, yang dikutip dari Mathnawi, karya Rumi)

Ada seorang kaya dan murah hati yang tinggal di Bokhara. Karena ia memiliki pangkat tinggi dalam hirarki yang tak kelihatan, ia dikenal sebagai Pemimpin Dunia.


Ia membuat satu syarat bagi hadiah yang dibagikannya. Setiap hari diberikannya emas kepada segolongan masyarakat --sakit, janda dan selanjutnya. Namun tak diberikannya apapun kepada yang membuka mulut.Karena tidak semua orang bisa berdiam diri.


Pada suatu hari tibalah giliran para hakim menerima hadiah. Salah seorang diantara mereka itu tidak bisa menahan diri mengajukan permohonan sebaik-baiknya. Ia tidak diberi apapun. Tetapi itu bukan usaha terakhir.


Hari berikutnya, para cacat diberi hadiah, dan iapun pura-pura mematahkan anggota badannya. Tetapi Sang Pemimpin mengenalnya, dan ia pun tak mendapatkan apa-apa.


Berulang kali ia mencoba, bahkan pernah menyamar sebagai wanita: namun semuanya tanpa hasil.


Akhirnya hakim itu bertemu dengan seorang pengurus jenazah dan memintanya membungkus dirinya dengan kain kafan. "Kalau Sang Pemimpin lewat, mungkin ia nanti menganggapku mayat. Ia mungkin melemparkan uang untuk ongkos penguburanku dan kau nanti kuberi bagian."


Dilaksanakanlah hal itu. Sekeping uang emas dilemparkan oleh pemimpin itu ke bungkusan kafan. Hakim itupun menangkapnya cepat2 khawatir kalau pengurus jenazah menangkapnya lebih dulu. Kemudian berkatalah ia kepada pemurah itu, "Kau telah mengingkari hadiah untukku. Catat bagaimana aku telah mendapatkannya!"


"Tak ada yang bisa kau dapatkan dariku," jawab orang murah hati itu, "sampai kau mati." Itulah makna kalimat rahasia 'orang harus mati sebelum ia mati.'


Hadiah itu datang setelah 'kematian,' dan tidak sebelumnya. Dan bahkan 'kematian' inipun tak mungkin ada tanpa pertolongan."

-------------------------------------------------------------------
MIMPI DAN IRISAN ROTI
(Kisah ini dari Sufi India yang bernama Syah Mohammad Gwath Syatari).

Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan. Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air di kendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan dan meminum bekal tersebut.


Malampun turun; salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus

dilakukan.

Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun.


"Inilah mimpiku," kata yang pertama. "Aku berada di tempat-tempat yang tidak bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku, 'Kau berhak makan makanan itu, sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat pujian."


"Aneh sekali," kata musafir kedua. "Sebab dalam mimpiku, aku jelas-jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki maha tahu, berkata,'Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia."


Musafir ketiga berkata, "Dalam mimpiku aku tak melihat apapun, tak berkata apapun. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan air itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan semalam."

------------------------------------------------------------